Tim-tim Indonesia Super League sudah mulai melakukan persiapan dalam menyongsong bergulirnya kompetisi musim depan.
Tim-tim yang menjadi pesaing Arema ISL, seperti juara bertahan Sriwijaya FC, Persib Bandung, Persija Jakarta, Persipura Jayapura, dan kontestan lainnya.
Dan kali ini, Ongisnade mencoba sedikit mengupas peta kekuatan kompetitor Singo Edan di ISL musim 2012-2013 mendatang, yaitu tim Persipura Jayapura.
Di edisi sebelumnya sudah dipaparkan kekuatan Persipura terutama di lini belakang. Untuk edisi kali ini, kita akan memaparkan dan menganalisa kekuatan Persipura di lini tengah dan depan.
Pada barisan tengah, Persipura masih akan mempercayakan pada sederet pemain Papua yang berkualitas, seperti Imanuel Wanggai, Steve Bonsapia, David Laly, Gerald Pangkaly, dan Ian Luis Kabes. Ada juga nama baru pada lini tengah Persipura, yaitu Lim Jun Sik, yang musim lalu bermain untuk Sriwijaya FC. Diantara nama tadi masih ada Zah Rahan Krangar yang akan menjadi ‘roh’ permainan Mutiara Hitam.
Publik bola nasional pasti sudah tahu bagaimana kualitas gelandang asal Liberia ini. Skill luar biasa, dribbling yang menawan, akurasi passing yang bagus, serta daya jelajah lapangan yang sulit dihentikan pemain lawan. Maka tidak jarang, gol-gol Persipura berawal dari kaki pemain yang sudah mempersembahkan gelar juara ISL kepada Persipuramania (Suporter Persipura) ini.
Lini tengah Persipura tersebut akan menjadi lawan berat bagi lini tengah Arema ISL yang diisi oleh Egi Melgiansyah, Hendro Siswanto, Joko Sasongko, I Gede Sukadana, dan Dendi Santoso. Meredam lini tengah Persipura memang bukan pekerjaan mudah, namun selagi dapat menghentikan pergerakan Zah Rahan yang merupakan otak serangan Mutiara hitam. Maka gelandang Arema ISL akan lebih mudah dalam menguasai lini tengah dan juga jalannya pertandingan.
Lini tengah Arema ISL juga harus pandai-pandai memainkan tempo pertandingan. Karena Persipura memilki pemain-pemain dengan stamina bagus, yang dapat bermain dengan tempo tinggi selama 90 menit dalam pertandingan.
Pada musim ini, Persipura harus kehilangan penyerangan andalannya Alberto Beto Goncalves yang hijrah ke Arema ISL. Namun, sepertinya kepergian top skor musim lalu ini tidak takan berpengaruh banyak terhadap Persipura. Karena, Persipura sudah mendapatkan penggantinya, yaitu Patrick Wanggai.
Mantan pemain Timnas U-23 ini resmi bergabung dengan Persipura pada musim ini. Mantan pemain Persidafon ini adalah tipikal penyerang yang haus gol dengan kaki kirinya. Patrick Wanggai akan menjadi andalan bersama Lukas Mandowen, Yustinus Pae, Ferinando Pahabol, dan juga Boaz Salossa.
Untuk nama terakhir, sepertinya sepakat, kalau dia adalah pemimpin Persipura di lapangan hijau. Boaz Salossa adalah talenta Papua yang luar biasa, diberkahi dengan skill tinggi, kecepatan dribbling, naluri mencetak gol bagus, dan jiwa kepemimpinannya.
Boaz Salossa adalah kapten tim yang juga pemimpin diatas lapangan hijau bagi rekan-rekan di timnya. Boaz Salossa membela Persipura mulai tahun 2005. Bersama Persipura, Boaz telah mempersembahkan berbagai gelar, diantaranya dua kali gelar juara ISL pada musim 2008/2009 dan 2010/2011.
Selain itu di dua musim membawa Persipura juara tersebut, Boaz juga menorehkan tinta emas untuk dirinya sendiri. Dua kali top skor ISL pada musim 2008/2009 dan 2010/2011, dan juga dua kali pemain terbaik ISL pada musim 2008/2009 dan 2010/2011.
Di kubu Arema ISL sendiri berdiri nama-nama defender tangguh yang siap menghentikan barisan depan Persipura. Victor Igbonefo, Thierry Gathuessi, Purwaka Yudhi, Munhar, Benny Wahyudi, Alfarizi, Hasyim Kipuw. Barisan inilah nantinya yang akan menghentikan para striker Persipura yang mengandalkan kecepatan dalam penyerangan.
Kecepatan pemain Persipura yang wajib diwaspadai oleh barisan belakang Arema ISL nanti, terutama sosok Boaz Salossa. Jangan memberilkan kesempatan pada Boaz, sekali saja lengah, maka akan menjadi mimpi buruk bagi gawang Arema ISL.
Arema ISL dan Persipura Jayapura adalah dua tim yang dihuni oleh pemain-pemain dengan label bintang. Maka pecinta sepak bola nasional akan menanti pertemuan kedua tim tersebut dalam kompetisi Indonesia Super League musim mendatang. Siapakah yang lebih unggul dalam ‘super big match’ itu nanti, patut kita tunggu. ARY ADITYA FRANA.( ARY KENTONG )
Lawan tangguh. Pemain Persipura musim lalu saat bermain melawan Arema ISL. (Foto: Ongisnade/Adi Kusumajaya)
Dan kali ini, Ongisnade mencoba sedikit mengupas peta kekuatan kompetitor Singo Edan di ISL musim 2012-2013 mendatang, yaitu tim Persipura Jayapura.
Di edisi sebelumnya sudah dipaparkan kekuatan Persipura terutama di lini belakang. Untuk edisi kali ini, kita akan memaparkan dan menganalisa kekuatan Persipura di lini tengah dan depan.
Pada barisan tengah, Persipura masih akan mempercayakan pada sederet pemain Papua yang berkualitas, seperti Imanuel Wanggai, Steve Bonsapia, David Laly, Gerald Pangkaly, dan Ian Luis Kabes. Ada juga nama baru pada lini tengah Persipura, yaitu Lim Jun Sik, yang musim lalu bermain untuk Sriwijaya FC. Diantara nama tadi masih ada Zah Rahan Krangar yang akan menjadi ‘roh’ permainan Mutiara Hitam.
Publik bola nasional pasti sudah tahu bagaimana kualitas gelandang asal Liberia ini. Skill luar biasa, dribbling yang menawan, akurasi passing yang bagus, serta daya jelajah lapangan yang sulit dihentikan pemain lawan. Maka tidak jarang, gol-gol Persipura berawal dari kaki pemain yang sudah mempersembahkan gelar juara ISL kepada Persipuramania (Suporter Persipura) ini.
Lini tengah Persipura tersebut akan menjadi lawan berat bagi lini tengah Arema ISL yang diisi oleh Egi Melgiansyah, Hendro Siswanto, Joko Sasongko, I Gede Sukadana, dan Dendi Santoso. Meredam lini tengah Persipura memang bukan pekerjaan mudah, namun selagi dapat menghentikan pergerakan Zah Rahan yang merupakan otak serangan Mutiara hitam. Maka gelandang Arema ISL akan lebih mudah dalam menguasai lini tengah dan juga jalannya pertandingan.
Lini tengah Arema ISL juga harus pandai-pandai memainkan tempo pertandingan. Karena Persipura memilki pemain-pemain dengan stamina bagus, yang dapat bermain dengan tempo tinggi selama 90 menit dalam pertandingan.
Pada musim ini, Persipura harus kehilangan penyerangan andalannya Alberto Beto Goncalves yang hijrah ke Arema ISL. Namun, sepertinya kepergian top skor musim lalu ini tidak takan berpengaruh banyak terhadap Persipura. Karena, Persipura sudah mendapatkan penggantinya, yaitu Patrick Wanggai.
Mantan pemain Timnas U-23 ini resmi bergabung dengan Persipura pada musim ini. Mantan pemain Persidafon ini adalah tipikal penyerang yang haus gol dengan kaki kirinya. Patrick Wanggai akan menjadi andalan bersama Lukas Mandowen, Yustinus Pae, Ferinando Pahabol, dan juga Boaz Salossa.
Untuk nama terakhir, sepertinya sepakat, kalau dia adalah pemimpin Persipura di lapangan hijau. Boaz Salossa adalah talenta Papua yang luar biasa, diberkahi dengan skill tinggi, kecepatan dribbling, naluri mencetak gol bagus, dan jiwa kepemimpinannya.
Boaz Salossa adalah kapten tim yang juga pemimpin diatas lapangan hijau bagi rekan-rekan di timnya. Boaz Salossa membela Persipura mulai tahun 2005. Bersama Persipura, Boaz telah mempersembahkan berbagai gelar, diantaranya dua kali gelar juara ISL pada musim 2008/2009 dan 2010/2011.
Selain itu di dua musim membawa Persipura juara tersebut, Boaz juga menorehkan tinta emas untuk dirinya sendiri. Dua kali top skor ISL pada musim 2008/2009 dan 2010/2011, dan juga dua kali pemain terbaik ISL pada musim 2008/2009 dan 2010/2011.
Di kubu Arema ISL sendiri berdiri nama-nama defender tangguh yang siap menghentikan barisan depan Persipura. Victor Igbonefo, Thierry Gathuessi, Purwaka Yudhi, Munhar, Benny Wahyudi, Alfarizi, Hasyim Kipuw. Barisan inilah nantinya yang akan menghentikan para striker Persipura yang mengandalkan kecepatan dalam penyerangan.
Kecepatan pemain Persipura yang wajib diwaspadai oleh barisan belakang Arema ISL nanti, terutama sosok Boaz Salossa. Jangan memberilkan kesempatan pada Boaz, sekali saja lengah, maka akan menjadi mimpi buruk bagi gawang Arema ISL.
Arema ISL dan Persipura Jayapura adalah dua tim yang dihuni oleh pemain-pemain dengan label bintang. Maka pecinta sepak bola nasional akan menanti pertemuan kedua tim tersebut dalam kompetisi Indonesia Super League musim mendatang. Siapakah yang lebih unggul dalam ‘super big match’ itu nanti, patut kita tunggu. ARY ADITYA FRANA.( ARY KENTONG )
Tidak ada komentar:
Posting Komentar