Jumat, 23 November 2012

seputar liga indonesia by.ariaditya_seputarligaindonesia.blogspot.com


Muhammad Ridhuan - FC Arema Indonesia (GOAL.com/Eko Suswantoro)
Dibandingkan dengan Indonesia Super Liga (ISL), persiapan tim-tim di kompetisi Indonesian Premier League (IPL) cenderung santai. Mereka banyak yang masih menunggu kebijakan operator liga yaitu PT Liga Prima Indonesia Sportindo (LPIS) memutar kompetisi baru.

Termasuk Arema IPL, tim yang bermarkas di stadion Gajayana ini terbilang masih menikmati masa libura tengah kompetisi. Sejauh ini belum ada hingar bingar di kantornya.


Meski demikian, pihak Arema IPL melalui manajer Rizki Dahlan mengatakan jika timnya sudah melakukan persiapan kecil jelang dimulainya kompetisi IPL. Salah satunya adalah pendataan para pemain untuk direkrut di musim depan. Selain mempertahankan Roman beserta 50 persen skuat musim lalu yang belum diumumkan manajemen. Manajemen juga mengincar sejumlah nama.

Dibawah pimpinan baru yaitu Nursalam Tabussala yang merupakan adik kandung Andi Darussalam Tabussala, Arema berupaya mengumpulkan lagi pemain bintang yang pernah membawa skuat ini juara dan runner up ISL. Para bintang itu direkrut demi mendatangkan Aremania yang selama IPL terus menyusut karena tim ini kalah dengan tetangganya Arema ISL yang bermain di Kanjuruhan.

Salah satu bintang itu adalah dua ikon yang selama ini punya pesona tersendiri di kalangan Aremania, sebut saja Muhammad Ridhuan, Juan Revi dan Leonard Tupamahu. Mereka diramalkan bakal menghiasi skuat Arema IPL musim depan. Selain itu tambahan incaran juga dilakukan kepada striker PSM Makassar, Ilija Spasojevic.


"Kami masih mendata keperluan terutama untuk perekrutan pemain musim depan. Karena pada dasarnya ada target tinggi untuk musim depan dari kami," kata Rizky Dahlan, manajer Arema IPL.

Manajer yang menggantikan Brillyanes S ini mengatakan sejauh mana proses perekrutan ini berjalan. Sebab, dia menjelaskan jika proses perekrutan pemain langsung dilakukan oleh manajemen Arema pusat di Jakarta yaitu Ancora.

Sementara itu, manajemen Arema IPL seperti diberitakan sebelumnya bakal menggelar latihan di bulan November bersama 16 punggawa lawas nampaknya tidak bakal terwujud. Sebab pelatih kepala Antonic Dejan saat ini masih berada di Hongkong.

Antonic Dejan yang dikonfirmasi mengatakan jika dirinya saat ini masih berada di Hongkong, kompetisi IPL yang belum jelas dimulai bulan Januari atau Februari juga menjadi salah alasan Dejan datang baru bulan depan.

"Saya masih di Hongkong, mungkin kedatangan saya ke Indonesia [Malang] akan saya lakukan pada bulan Desember. Saya disini tidak santaikarena saya memikirkan persiapan tim ke depan termasuk mencari pemain disini [Hongkong] yang mau bermain disana [Malang], Selain itu juga di Hongkong banyak kursus kepelatihan yang bisa meningkatkan kemampuan saya," katanya. (gk-48)

Rabu, 21 November 2012

seputar liga indonesia

PREVIEW INTERILAND CUP-AREMA vs PERSIPURA

Tim-tim Indonesia Super League sudah mulai melakukan persiapan dalam menyongsong bergulirnya kompetisi musim depan.
Lawan tangguh. Pemain Persipura musim lalu saat bermain melawan Arema ISL. (Foto: Ongisnade/Adi Kusumajaya)
Lawan tangguh. Pemain Persipura musim lalu saat bermain melawan Arema ISL. (Foto: Ongisnade/Adi Kusumajaya)
Tim-tim yang menjadi pesaing Arema ISL, seperti juara bertahan Sriwijaya FC, Persib Bandung, Persija Jakarta, Persipura Jayapura, dan kontestan lainnya.
Dan kali ini, Ongisnade mencoba sedikit mengupas peta kekuatan kompetitor Singo Edan di ISL musim 2012-2013 mendatang, yaitu tim Persipura Jayapura.
Di edisi sebelumnya sudah dipaparkan kekuatan Persipura terutama di lini belakang. Untuk edisi kali ini, kita akan memaparkan dan menganalisa kekuatan Persipura di lini tengah dan depan.
Pada barisan tengah, Persipura masih akan mempercayakan pada sederet pemain Papua yang berkualitas, seperti Imanuel Wanggai, Steve Bonsapia, David Laly, Gerald Pangkaly, dan Ian Luis Kabes. Ada juga nama baru pada lini tengah Persipura, yaitu Lim Jun Sik, yang musim lalu bermain untuk Sriwijaya FC. Diantara nama tadi masih ada Zah Rahan Krangar yang akan menjadi ‘roh’ permainan Mutiara Hitam.
Publik bola nasional pasti sudah tahu bagaimana kualitas gelandang asal Liberia ini. Skill luar biasa, dribbling yang menawan, akurasi passing yang bagus, serta daya jelajah lapangan yang sulit dihentikan pemain lawan. Maka tidak jarang, gol-gol Persipura berawal dari kaki pemain yang sudah mempersembahkan gelar juara ISL kepada Persipuramania (Suporter Persipura) ini.
Lini tengah Persipura tersebut akan menjadi lawan berat bagi lini tengah Arema ISL yang diisi oleh Egi Melgiansyah, Hendro Siswanto, Joko Sasongko, I Gede Sukadana, dan Dendi Santoso. Meredam lini tengah Persipura memang bukan pekerjaan mudah, namun selagi dapat menghentikan pergerakan Zah Rahan yang merupakan otak serangan Mutiara hitam. Maka gelandang Arema ISL akan lebih mudah dalam menguasai lini tengah dan juga jalannya pertandingan.
Lini tengah Arema ISL juga harus pandai-pandai memainkan tempo pertandingan. Karena Persipura memilki pemain-pemain dengan stamina bagus, yang dapat bermain dengan tempo tinggi selama 90 menit dalam pertandingan.
Pada musim ini, Persipura harus kehilangan penyerangan andalannya Alberto Beto Goncalves yang hijrah ke Arema ISL. Namun, sepertinya kepergian top skor musim lalu ini tidak takan berpengaruh banyak terhadap Persipura. Karena, Persipura sudah mendapatkan penggantinya, yaitu Patrick Wanggai.
Mantan pemain Timnas U-23 ini resmi bergabung dengan Persipura pada musim ini. Mantan pemain Persidafon ini adalah tipikal penyerang yang haus gol dengan kaki kirinya. Patrick Wanggai akan menjadi andalan bersama Lukas Mandowen, Yustinus Pae, Ferinando Pahabol, dan juga Boaz Salossa.
Untuk nama terakhir, sepertinya sepakat, kalau dia adalah pemimpin Persipura di lapangan hijau. Boaz Salossa adalah talenta Papua yang luar biasa, diberkahi dengan skill tinggi, kecepatan dribbling, naluri mencetak gol bagus, dan jiwa kepemimpinannya.
Boaz Salossa adalah kapten tim yang juga pemimpin diatas lapangan hijau bagi rekan-rekan di timnya. Boaz Salossa membela Persipura mulai tahun 2005. Bersama Persipura, Boaz telah mempersembahkan berbagai gelar, diantaranya dua kali gelar juara ISL pada musim 2008/2009 dan 2010/2011.
Selain itu di dua musim membawa Persipura juara tersebut, Boaz juga menorehkan tinta emas untuk dirinya sendiri. Dua kali top skor ISL pada musim 2008/2009 dan 2010/2011, dan juga dua kali pemain terbaik ISL pada musim 2008/2009 dan 2010/2011.
Di kubu Arema ISL sendiri berdiri nama-nama defender tangguh yang siap menghentikan barisan depan Persipura. Victor Igbonefo, Thierry Gathuessi, Purwaka Yudhi, Munhar, Benny Wahyudi, Alfarizi, Hasyim Kipuw. Barisan inilah nantinya yang akan menghentikan para striker Persipura yang mengandalkan kecepatan dalam penyerangan.
Kecepatan pemain Persipura yang wajib diwaspadai oleh barisan belakang Arema ISL nanti, terutama sosok Boaz Salossa. Jangan memberilkan kesempatan pada Boaz, sekali saja lengah, maka akan menjadi mimpi buruk bagi gawang Arema ISL.
Arema ISL dan Persipura Jayapura adalah dua tim yang dihuni oleh pemain-pemain dengan label bintang. Maka pecinta sepak bola nasional akan menanti pertemuan kedua tim tersebut dalam kompetisi Indonesia Super League musim mendatang. Siapakah yang lebih unggul dalam ‘super big match’ itu nanti, patut kita tunggu. ARY ADITYA FRANA.( ARY KENTONG )

AREMA bungkam SRIWIJAYA FC

Arema ISL Kalahkan Sriwijaya FC 1-0

21 November 2012 | 9:04 pm | dibaca 1,257 kali kali
Kemenangan kembali diraih Arema ISL di laga ujicoba setelah mengalahkan perlawanan Sriwijaya FC dengan skor 1-0 melalui gol tunggal Beto Goncalves.
Bermain di stadion Kanjuruhan Malang, Rabu (21/11) malam, skuad Arema ISL langsung menerapkan strategi menyerang. Buktinya dalam rentang waktu lima menit ada empat peluang emas yang dicetak skuad Singo Edan.
Di menit dua sepakan Greg Nwokolo masih bisa ditangkap Ferry Rotinsulu. Semenit kemudian sepakan bebas Kayamba juga masih bisa ditepis oleh Ferry. Di menit lima Greg Nwokolo memiliki dua peluang emas, namun lagi-lagi Ferry Rotinsulu mampu mengagalkannya dengan baik.
Setelah peluang tersebut, belum ada kesempatan emas yang diciptakan kedua tim. Baru di menit 14, peluang kembali diciptakan Arema ISL melalui sepakan Alfarizi yang masih bisa digagalkan Ferry Rotinsulu.
Serangan Arema ISL akhirnya mampu memecah kebuntuan melalui penalti Beto Goncalves di menit 28 yang membuat kedudukan berubah menjadi 1-0. Tendangan penalti diberikan wasit setelah salah satu pemain Sriwijaya FC terlihat handsball di kotak penalti.
Tersengat dengan gol tersebut, Sriwijaya FC mulai meningkatkan intensitas serangan. Di menit 32 sundulan dari Ahmad Jufrianto masih melambung diatas gawang Kurnia Meiga. Laskar Wong Kito agak susah mendapatkan peluang karena ketatnya lini pertahanan Arema. Bahkan skuad Singo Edan kembali mendapatkan peluang di menit 38 melalui sepakan bebas Kayamba Gumbs yang masih melambung.
Di sisa pertandingan, tak ada lagi gol yang tercipta sehingga babak pertama ditutup dengan skor 1-0 untuk keunggulan Arema ISL.
Babak kedua
Memasuki babak kedua, beberapa pergantian dilakukan oleh Arema ISL dengan memasukkan I Gede Sukadana, Benny Wahyudi, Qischil Gandrum yang menggantikan Dendi Santoso, Ebrahim Lovenian dan Hasyim Kipuw.
Pergantian ini belum terlalu efektif karena hingga menit 55 tak ada peluang yang diciptakan oleh Arema. Hal yang sama juga dialami oleh Sriwijaya FC. Untuk meningkatkan intensitas serangan, Rahmad Darmawan memasukkan Joko Sasongko untuk menggantikan Egy Melgiansyah.
Hasilnya peluang pertama tercipta melalui I Gede Sukadana yang mampu melepaskan sepakan jarak jauh di menit 58, namun masih bisa ditepis dengan baik oleh Ferry Rotinsulu. Mencoba mengejar ketinggalan, Sriwijaya FC memasukkan Tantan untuk menggantikan Mohammad di menit 59.
Peluang menambah kedudukan diperoleh Arema ISL di menit 64, namun sepakan Beto yang tinggal berhadapan dengan kiper masih tipis di sisi kanan gawang Ferry Rotinsulu. Sriwijaya berbalik memiliki peluang emas di menit 67 saat sepakan Boakay Edy Foday masih melambung di atas gawang Kurnia Meiga.
Semenit kemudian, penyegaran dilakukan Arema ISL dengan memasukkan Yericho untuk menggantikan Alfarizi. Hal yang sama juga dilakukan oleh Sriwijaya FC dengan memasukkan Rifki Mokodompit untuk menggantikan Ferry Rotinsulu di menit 70.
Peluang emas kembali dimiliki oleh Arema ISL di menit 74 melalui Beto Goncalves. Namun sundulan pemain asal Brazil itu masih menyamping setelah memanfaatkan umpan dari Greg Nwokolo. Pasca peluang ini, permainan kedua tim cenderung menonton yang membuat tak ada peluang tercipta.
Setelah menunggu lama, peluang emas menciptakan gol didapatkan skuad Singo Edan di menit 88 saat Greg Nwokolo dilanggar oleh Rifko Mokodompit sehingga membuahkan penalti. Namun Greg sendiri yang mengambil tak mampu memanfaatkan karena sepakan penaltinya hanya membentur tiang gawang Sriwijaya FC.
Sebaliknya, Laskar Wong Kito hampir menyamakan kedudukan melalui Boakay Edy Foday di menit 89 namun sontekannya masih tipis di samping gawang Kurnia Meiga. Sampai wasit meniup peluit panjang, skor tetap 1-0 untuk keunggulan Arema ISL. ary aditya frana